SERUAN KEPADA PEMUDA

Wahai pemuda !

Pemuda dan Perubahan

Pemuda dan Perubahan

Suatu gagasan baru akan berhasil, jika dilandasi dengan keimanan yang kuat dan keikhlasan serta ditopang dengan semangat dan kesiapan berkorban dari pendukungnya untuk menegakkan gagasan tersebut. Keimanan, keikhlasan, semangat, dan kesiapan berkorban adalah merupakan karakter yang (semestinya) melekat pada diri pemuda. Landasan sebuah keimanan adalah nurani yang hidup, landasan sebuah keikhlasan adalah hati yang bersih, landasan semangat adalah perasaan yang menggelora, dan landasan kesiapan berkorban adalah tekad yang membaja. Itu semua dimiliki oleh pemuda. Oleh karena itu sejak dulu hingga kini, pemuda adalah merupakan pilar kebangkitan ummat ( الشَّبَابُ عِمَادُ نَحْضَةُ الْاُمَّة )  Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap ideologi, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.

Ingatlah kisah perjuangan Pemuda Kahfi :

Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk. (18:13).

Wahai pemuda !

Muhammad Al-Fatih sosok Pemuda Tangguh

Muhammad Al-Fatih sosok Pemuda Tangguh

Sesungguhnya banyak kewajiban kalian, besar tanggung jawab kalian, semakin berlipat-lipat hak ummat yang harus kalian tunaikan, dan semakin berat amanat yang terpikul dipundak kalian. Kalian harus berfikir panjang, banyak beramal, bijak dalam menentukan sikap, berjuang untuk menyelamatkan Islam, dan hendaklah kalian mampu menunaikan hak-hak ummat dengan sempurna.

Adakalanya pemuda tumbuh dalam situasi bangsa yang tenang tanpa gejolak, pemerintahannya maju dan kuat. Sehingga pemuda yang tumbuh dalam situasi seperti ini perhatian dan aktifitasnya banyak tertuju kepada dirinya sendiri daripada untuk ummat, hidupnya cenderung bersikap santai, main-main bahkan hura-hura.

Ada juga pemuda yang tumbuh dalam suasana keras dan bergolak, dimana bangsa itu sedang dikuasai oleh lawannya dan dalam semua urusannya diperbudak oleh musuhnya. Bangsa tersebut berjuang menuntut kembali hak-hak yang dirampas, kekayaan yang direbut, dan kemerdekaan yang direnggut, berjuang mengembalikan kejayaan dan nilai-nilai agung yang hilang. Pemuda yang hidup dalam kondisi seperti ini terpanggil untuk mencurahkan perhatian dan berbuat bagi bangsanya lebih banyak daripada untuk dirinya sendiri.  Jika pemuda melakukan hal itu, maka kemenangan akan segera diraih di dunia dan atau mendapatkan kenikmatan di akhirat  dari Alloh SWT.

Beruntunglah, jika kita termasuk kelompok yang ke dua ini dimana kita terus berjihad dan berjuang bersama ummat di jalan kebenaran untuk mendapatkan hak-hak dan memperoleh kemuliaan. Oleh karena itu wahai pemuda ! selalu bersiap-siaplah. Sungguh alangkah dekatnya kemenangan bagi orang-orang yang beriman dan betapa besarnya keberhasilan dan kesuksesan bagi orang-orang yang berjuang secara tekun dan terus menerus, tak pernah berhenti berjuang.

Wahai pemuda !

Terdapat masalah penting dalam suatu bangsa yang sedang bangkit, yaitu munculnya perbedaan pandangan, beragam isme, berbagai propaganda, warna-warninya sistem, perbedaan dalam penerapan strategi dan sarana perjuangan, dan banyaknya orang yang berambisi menjadi pemimpin dan penguasa. Itu semua dapat menjadi pemecah belah kekuatan dan penghalang mencapai tujuan.  Oleh karena itu mempelajari, membandingkan dan mempertimbangkan berbagai propaganda atau isme-isme menjadi amat penting bagi siapa saja yang menginginkan perbaikan. Dan yang lebih penting lagi, kita harus mengetahui bagaimana Sistem Dakwah Islamiyyah yang menjadi tumpuan kebangkitan dan perbaikan ummat saai ini.

Wahai pemuda Islam !

islam

islam

Kita sama-sama yakin bahwa satu-satunya ideologi yang dapat menyelamatkan dunia dari penindasan dan  membimbing manusia ke jalan yang lurus, adalah ideologi Islam. Islam yang hanif , tiada cacat di dalamnya, tiada setitik noda yang menyelimutinya, dan tidak akan sesat bagi yang mengikutinya.

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. ( 3: 19 )

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.(5:3)

Oleh karena itu, ideologi kita adalah Islam. Kita bersandar, bersumber dan berjuang untuk meninggikan kalimat Alloh. Tiada sistem yang dapat menandingi Islam. Kita tidak mungkin rela menggunakan sistem selain Islam, tidak akan sudi menjadikan selain Islam sebagai imam, kita hanya patuh pada hukum yang diambil dari Islam.

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.(3:85)

Wahai pemuda Islam !

Palestina

Palestina

Telah datang suatu masa di mana Islam dan kaum Muslimin tertimpa bencana dan bahaya. Karena musuh-musuh Islam berusaha memadamkan sinar cemerlangnya Islam, menyembunyikan keagungannya, menyesatkan para pengikutnya, melenyapkan hukum-hukumnya, melemahkan pembela-pembelanya, serta mendangkalkan dan menyelewengkan ajarannya. Jatuhnya kekuasaan politik Islam, melemahnya Islam dari pentas politik, semakin menajamkan bencana tersebut, maka jatuhlah bangsa ini ke dalam genggaman kaum kafir dalam keadaan hina dan tak berdaya sehingga mudahlah orang-orang kafir menindas ummat Islam.

Oleh karena itu yang harus digarap adalah dakwah dengan menerangkan syariat Islam dengan jelas, lengkap dan tepat kepada seluruh ummat manusia, kemudian pada saat yang bersamaan kita harus berjuang mewujudkan dan melaksanakan ajaran Islam dalam amal nyata. Dan pegangan ummat Islam adalah Kitabulloh yang tidak ada keraguan di dalamnya serta Sunnah yang shahih dari Rasululloh SAW dan sirah kaum salaf dari ummat Islam. Semua itu harus dilakukan untuk melaksanakan kewajiban, membimbing manusia, dan menunjuki mereka. Semua itu kita lakukan hanya untuk mencapai ridha Alloh.

Wahai pemuda Islam !

Kita berjuang untuk melaksanakan ideologi Islam, mempertahankan selama hayat masih dikandung badan. Kita menyeru agar seluruh ummat manusia bersedia diajak hidup di bawah panji-panji Islam. Dengan demikian bagi kita hidup ataupun mati tetap mulia bersama Islam.

Semboyan kita adalah : Alloh tujuan kami, Rasul pemimpin kami, Al-Qur’an Undang-undang kami, Jihad jalan kami, dan mati di jalan Alloh cita-cita mulia kami !!!

Wahai pemuda Islam !

Sesungguhnya Alloh telah memuliakan kalian, dengan beriman kepada Alloh dan tumbuh atas dasar Islam. Dan Alloh telah menetapkan atas kalian derajat yang tinggi sebagai pemimpin bagi seluruh isi alam.

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kami (2:143).

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (3:110).

Oleh karena itu kalian harus percaya diri, harus tahu kedudukan kalian, dan harus yakin bahwa kalian adalah pewaris kepemimpinan dunia, walaupun musuh-musuh kalian selalu menghendaki agar kalian tetap terhina. Yakinlah bahwa kamu adalah panutan bagi dunia, walaupun pihak-pihak selain kalian berusaha mengungguli dengan gebyar  kehidupan dunia. Sesungguhnya kesudahan terbaik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.

Wahai pemuda Islam !

Perbaharuilah iman dan canangkan tujuan langkah kalian ! Sesungguhnya kekuatan pertama adalah iman. Iman melahirkan persatuan, selanjutnya membuahkan kemenangan yang gilang gemilang. Berimanlah kalian, eratkanlah ukhwah, binalah persaudaraan, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan waspadalah terhadap musuh, Insya Alloh kemenangan akan tiba.

Wahai pemuda Islam !

Dunia kini sedang kacau dan gelisah. Semua sistem yang ada telah gagal melakukan perbaikan. Sesungguhnya tidak ada jalan keluar dari permasalahan kecuali Islam, maka tampilah dengan nama Alloh untuk menyelamatkan dunia. Seluruh manusia menantikan juru selamat. Juru selamat itu tidak lain kecuali Risalah Islam yang kalian da’wahkan, yang kalian nyalakan obornya, yang kalian bawa lenteranya dan kalian memberi kabar gembira kepada manusia dengan keberadaannya.

Wahai pemuda Islam !

Imperium Islam

Imperium Islam

Sistem bekerja kita telah jelas tahapan dan langkah-langkahnya. Kita tahu apa yang kita inginkan, dan kita mengerti cara apa yang harus ditempuh dalam mewujudkan cita-cita itu. Upayakan sekuat tenaga agar dapat terealisasi dalam diri dan masyarakat. Tahapan-tahapan kerja itu adalah :

Membentuk pribadi-pribadi muslim paripurna, baik dalam pola pikir dan aqidahnya, dalam moralitas dan perasaannya, serta dalam amal dan perilakunya. akhlak dan amalnya.

  1. Membina rumah tangga yang Islami, baik dalam pola pikir, aqidah, moralitas, perasaan dan tingkah laku. Oleh karena itu kita sangat memperhatikan kaum wanita sebagaimana kaum pria, sangat memperhatikan anak-anak sebagaimana terhadap pemuda.
  2. Membina suatu masyarakat yang Islami dalam segala aspek kehidupan. Membina masyarakat agar melaksanakan da’wah kepada kebaikan, menyebarkan keutamaan, memberantas kemungkaran dan menghilangkan hal-hal tercela. Maka kita berusaha agar dakwah Islam dapat diserukan ke setiap pelosok, dapat di dengar di semua tempat. Kita berusaha agar gagasan-gagasan kita berkembang sampai ke desa-desa dan ke kota-kota. Untuk itu kita tidak akan menyia-nyiakan setiap potensi dan sarana yang ada.
  3. Membangun sebuah pemerintahan Islami, yang bisa memimpin masyarakatnya ke masjid dan membimbing manusia kepada petunjuk Islam. Kita tidak membenarkan sistem pemerintahan apapun yang tidak berdasarkan prinsip Islam, dan tidak bertumpu pada asas Islam.
  4. Menyatukan semua bagian negeri-negeri Islam yang telah terpecah belah. Setiap jengkal tanah yang di dalamnya terdapat seorang muslim yang berseru “Laa ilaha illalloh”, adalah tanah air kita, tanah air Islam. Semuanya mesti dimerdekakan dan disatukan.
  5. Mengibarkan kembali panji-panji Islam di atas daerah-daerah yang pernah jaya dengan Islam, dimana takbir dan tahlil pernah berkumandang. Mengembalikan kehormatan dan kekuasaan khilafah Islam yang berdiri tegak diatas kebenara, keadilan, kebersamaan, serta memancarkan cahaya kemakmuran dan kedamaian kepada sekalian manusia.
  6. Menyebarkan da’wah Islam ke seluruh alam, memperluas da’wah ke setiap penjuru dunia, menundukkan setiap penguasa tirani, sehingga tidak ada lagi fitnah di muka bumi dan agama ini semua semuanya milik Alloh. Saat itulah kaum muslimin bergembira dengan pertolongan Alloh. Alloh menolong siapa saja yang dikehendaki, dan Dia Maha Mulia lagi Maha Penyayang.

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (2:193)

Itulah tahapan-tahapan yang harus direalisasikan para pemuda dalam kehidupannya. Orang-orang yang picik dan pengecut akan berkata : “Itu adalah khayalan dan mimpi kosong di siang bolong”. Sungguh, perkataan tersebut adalah sebuah kekerdilan dimana Islam tidak pernah mengakuinya. Itulah kelemahan yang ditanamkan ke dalam hati ummat Islam oleh musuh-musuh Islam. Kelemahan adalah perusak iman seseorang dan menjadi sebab runtuhnya kaum muslimin. Kita katakan terus terang kepada seluruh ummat Islam yang tidak percaya kepada sistem Islam dan tidak berusaha mewujudkannya, silahkan cari idielogi lain ! Dan pasti yang ditemukan hanyalah kerugian dan kekecewaan.

Wahai pemuda Islam !

Kalian tidak lebih lemah daripada orang-oran sebelum kamu, yang pernah diberi kemenangan oleh Alloh. Maka janganlah takut dan janganlah berlemah diri, peganglah erat-erat firman Alloh ini :

(Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (3:173)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (3:139)

Kita menempa diri untuk menjadi seorang muslim sejati, membina rumah tangga – rumah tangga kaum muslimin menuju terbangunnya rumah tangga yang islami. Setelah itu kita akan menempa bangsa kita menjadi bangsa muslim yang tertegak di dalamnya kehidupan masyarakat yang islami. Kita akan mencapai sasaran yang telah digariskan oleh Alloh, bukan yang kita paksakan untuk diri kita. Kita akan mencapai tujuan dengan izin dan pertolongan Alloh SWT. Alloh tidak menghendaki kecuali menyempurnakan cahaya-Nya, meski orang-orang kafir tidak menyukainya. Untuk itu, pemuda Islam harus siap tampil dengan iman yang kuat, berusaha tak kenal lelah, mempererat hubungan dengan Alloh dan merindukan pertemuan dengan Alloh dalam keadaan syahid di jalan-Nya.

Jadikanlah semua itu sebagai kerangka politik internal dan eksternal kita, yang semuanya berdasarkan kepada Islam. Dan ummat Islam harus yakin pemisahan antara agama dan politik bukanlah ajaran Islam. Kaum muslimin yang menghayati dengan benar ajaran Islam tidak mengenal pemisahan itu. Jauhi orang-orang yang bermaksud memisahkan diri kita dari sistem Islam, karena sikap mereka itu menunjukkan permusuhan terhadap Islam atau sekurang-kurangnya jahil tentang Islam.

Wahai pemuda Islam !

Kesalahan besar bila kita menjadi orang yang mengurung diri dengan ibadat-ibadat khusus saja, menjadi orang yang hidupnya diisi dengan sholat, shiyam, dzikir dan tasbih saja. Kaum muslimin pada periode awal, para salafush-shaleh, tidak mengenal Islam seperti itu. Mereka meyakini Islam sebagai aqidah dan syari’ah, negara dan kewarganegaraan, moral dan material, budaya dan undang-undang. Mereka yakin, Islam adalah sistem yang lengkap, meliputi segala aspek kehidupan, mengatur urusan  dunia sebagaimana mengatur urusan akhirat. Mereka yakin bahwa Islam adalah sitem yang amali dan rohani (operasional sekaligus spiritual). Islam adalah agama dan negara, mushaf dan pedang. Dengan pemahaman seperti itu mereka tidak melupakan perkara ibadah dan tidak melalaikan kewajiban-kewajiban terhadap Rabb-nya. Mereka berusaha ihsan dalam sholat, tilawah Qur’an, dan berdzikir kepada Alloh SWT sebagaimana diajarkan kepada mereka tanpa ditambah atau dikurangi, tidak dibuat-buat dan tidak pula dipersulit-sulit. Mereka adalah orang yang paling mengerti sabda Rasululloh :

“ Sesungguhnya agama ini kokoh, maka masuklah ke dalamnya dengan lemah lembut”

Mereka tetap bisa mengambil bagian dari dunia, dengan tidak mempengaruhi pencapaian keberhasilan akhirat. Mereka memahami firman Alloh :

Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.(7:32)

Kita berusaha membentuk diri seperti para sahabat-sahabat  yang memiliki perilaku : “ Bagaikan pendeta di malam hari, dan seperti penunggang kuda di siang hari”. Dan Alloh-lah tempat meminta pertolongan.

Adalah sangat keliru orang yang menyangka kita adalah orang yang apatis terhadap masalah kenegaraan, atau bahkan menunduh kita sebagai orang-orang yang akan mengacaukan dan menghancurkan negara sebab kaum muslimin adalah orang yang paling ikhlas dan paling banyak berkorban dalam membela, mempertahankan dan membangun negara.  Jauh dengan apa yang telah diperbuat oleh orang-orang yang menyebut-nyebut dirinya kaum Nasionalis yang tidak pernah merasakan adanya kewajiban membela negara kecuali sekedar taklid kepada pendahulu atau ambisi ingin memperoleh popularitas, atau ingin mengejar prestise atau kepentingan tertentu yang lainnya. Mereka berbuat bukan karena kewajiban yang telah ditetapkan oleh Alloh atas hamba-hambanya.

Salah besar bila ada yang menyangka kita da’i  yang menyeru manusia kepada kemalasan dan keterlenaan, sebab kita selalu menyerukan agar setiap muslim senantiasa menjadi pelopor dalam setiap kebajikan, berlomba-lomba dalam menuntut ilmu, memelihara kesehatan, mencari harta yang halal, dan segala kegiatan serta amal perbuatan yang baik. Kita tidak rela hidup tanpa qiyadah (pemimpin), tanpa amal, dan tanpa keunggulan, karena “keterbelakangan”  bertentangan dengan fikrah kita, bertentangan dengan ajaran Islam.

Dan sangat keliru pula orang yang berpendapat bahwa, kta adalah penyeru rasialis, yang membeda-bedakan status sosial diantara anggota masyarakat, karena Islam sangat menekankan untuk menghormati kesatuan kemanusiaan secara umum.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (49:13)

Islam datang untuk mewujudkan rahmatan lil ‘alamin. Islam mengharamkan permusuhan, sampai-sampai dalam keadaan marah dan benci sekalipun.

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (5:8)

Juga Islam memerintahkan untuk berbuat baik antara sesama warga negara, meskipun berbeda agama.

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (60:8)

Wahai Pemuda Islam !

Atas dasar-dasar yang teguh dan ajaran yang mulia itu, Islam menyeru kepada kalian : jika kalian yakin dengan fikrah ini, maka ikutilah langkahnya. Berjalanlah bersama-sama diatas titian Islam yang lurus. Lepaskan semua fikrah yang lain dan serahkan semua amal usahamu untuk menegakkan aqidah Islam. Hal itu lebih baik bagi kalian di dunia dan di akhirat.

Akan tetapi jika kalian enggan dan senantiasa terombang-ambing dalam keraguan, di tengah berbagai ajakan yang membingungkan dari semua sistem hidup yang sesat, maka pasukan Alloh akan berjalan terus tanpa peduli sedikit banyak jumlah mereka.

“ Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (8:10).

Sumber: Imam Syahid Hasan Al-Bana_Risalah Pergerakan dan Politik

One response to this post.

  1. Posted by Herizal Alwi on 11 Desember 2011 at 10:22 am

    Wau….. :)

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: