KUTUB KEBANGKITAN ISLAM

Kelahiran KAMMI lewat Deklarasi Malang tak bisa terpisahkan dari konteks sejarah Indonesia saat itu yang tengah dilanda oleh krisis kepemimpinan, ekonomi, social, politik dan keamanan, menjelang kejatuhan rezim soeharto. Aktivis LDK yang disebut-sebut sebagai ikon kebangkitan Islam di kampus terpanggil mengarahkan dan mengamankan proses perubahan Indonesia, dan sepakat membentuk KAMMI sebagai wadah perjuangannya. Hingga kemudian KAMMI tercatat sebagai salah satu motor gerakan reformasi Mei 1998
Dalam analisis Imam Mardjuki-anggota pendiri KAMMI, Ketua KAMMI semarang 2000-2002, Ketua LDK Undip 1998-1999-(www.kammi.or.id., 29/10/04) perjuangan KAMMI berangkat dari tiga kutub kebangkitan.

  1. Kutub revivalisasi. Revivalisasi lahir dari semangat ingin mengambil ajaran Islam secara murni dengan merujuk langsung kepada orisinalitas dan integralitas Islam generasi pertama. Revivalisasi adalah upaya membangun kembali Islam secara kaffah sebagai mana diajarkan dan diteladankan Nabi Muhammad Saw. Semangat kembali kepada ajaran salaf (generasi awal Islam) ini merupakan perlawanan atas sekularisasi yang telah menjauhkan ummat Islam dari ajaran agamanya serta memunculkan pemikiran dan praktek keIslaman yang parsialistik. Karena itulah, revivalisasi KAMMI ingin membangun Islam secara utuh mencakup seluruh aspek kehidupan.
  2. Kutub adaptasi. Islam di mata KAMMI bukanlah dogma beku, kolot, anti perubahan atau kontra modernism. Islam adalah cakupan Ideologi yang dinamis yang menyeimbangkan antara hal-hal yang tetap (ats-tsawabit) dengan yang fleksibel (mutaghayyirat), karena Islam pada dasarnya idealita yang hanya bermakna bila di realisasikan di alam nyata. Di mata Sayyid Quthb, “kesejatian seorang muslim bukanlah pada apa yang mereka pikirkan atau percayai, melainkan apa yang mereka perbuat di dunia ini.” Pada kenyataannya, penerapan Islam di alam realita ini membutuhkan adaptasi-adaptasi. Karena itu semangat kembali pada ajaran salaf yang di dakwahkan KAMMI sangat welcome terhadap dinamika zaman di era khalaf (mutakhir). KAMMI sependapat dengan ulama kontemporer Yusuf Qardhawi, bahwa pembumian Islam dari ranah idealita ke ranah realita di era modern harus memperhatikan tiga konsepsi pemahaman
    1. Fiqh al-waqi’I (pemahaman atas realitas),
    2. Fiqh aulawiyat (pemahaman atas prioritas kebutuhan), dan
    3. Fiqh muwazanat (pemahaman atas perkembangan zaman)
  3. Kutub Visi. Visi KAMMI adalah membentuk masyarakat Islami di Indonesia (GBHO KAMMI 2004-2006 BAB II Pasal 2), selain melahirkan pemimpin bangsa masa depan bagi ummat dan bangsa ini. Ummat Islam memang mayoritas di Indonesia, tapi hanya mayoritas statistik, bukan mayoritas substantif, kenyataan ini menjadikan perjuangan KAMMI akan menjadi sangat beralasan untuk mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen ummat Islam di Indonesia. Visi ini direvisi di Muktamar Makassar 2008, yang mengganti “masyarakat Islami” menjadi “bangsa dan Negara Indonesia yang Islami”
    Sebagai gerakan mahasiswa Islam yang paling anyar lahirnya, KAMMI perlu belajar banyak dan menyempurnakan format gerakannya yang mencerminkan entitas gerakan pemuda, gerakan kebangsaan, dan gerakan keummatan. Arah gerakan KAMMI perlu dirumuskan sesuai tahap sejarah yang telah dilewatinya, kecenderungan global-internasional, dinamika lokal dan peran-peran realistis yang signifikan untuk dilakukan sekarang. Kerangka ini perlu dirumuskan agar tidak terjebak pada buaian bahwa Indonesia telah demokratis, dan biasanya gerakan mahasiswa akan mati jika rezim sangat represif atau Negara sudah sangat demokratis.

Di dalam konteks global, dunia internasional pun ikut mempengaruhi sikap KAMMI. Semenjak peristiwa pengeboman Menara Kembar WTC pada 11 september 2001, dunia Barat melakukan stigmatisasi.

  1. Memproduksi terorisme sebagai industri multinasionalnya yang berhasil mencitrakan Islam negatif dan menggirimg opini publik untuk memusuhi dunia Islam secara politik, hukum, HAM, budaya, social, ekonomi, militer hingga epistemology keilmuan.
  2. Peran globalisasi di berbagai aspeknya yang mengakibatkan generasi bangsa ini hidup dibawah bayang-bayang budaya barat, untuk kemudian merubah karakter asli negeri Zamrud Khatulistiwa ini yang pondasinya telah di bangun para ulama.
  3. Perkembangan dua Ideoligi besar dunia (Kapitalisme dan Sosialisme atau kiri dan kanan) tidak lagi cocok diterapkan di Indonaesia. Ideologi materialistik tersebut terkikis dengan menguatnya ideology yang lebih spiritual dan komprehensif. Di Asia Tenggara mungkin masih dikembangkan terutama sosialisme, padahal di Amerika sendiri formasi ideology tersebut sudah sulit dipertahankan sekalipun dengan warna baru, yaitu new left.

Di sisi lain, dalam memperjuangkan aspirasinya, gerakan mahasiswa perlu melakukan mobilitas vertical pada jaring-jaring strategis masyarakat. Jaring-jaring strategis ini mempercepat proses perbaikan bangsa dari dalam. Dan peran utama yang signifikan dilakukan adalah membangun kekuatan tandingan dari dalam gerakan sendiri sebagai ruang kondusif bagi perubahan dan mengurangi tuntutan pada pemerintah yang belum tentu memenuhi aspirasi gerakan mahasiswa
Kelahiran KAMMI merupakan keniscayaan sejarah. Latar belakang yang menyebabkan lahirnya KAMMI menuntut untuk terus berdiri kokoh menentang kedzaliman di muka bumi ini. Idealisme kemahasiswaan dan ke Indonesiaan yang dimiliki KAMMI niscaya menjadi pemantik bagi bara perjuangan berikutnya.
Saat ini, ketika sudah bertambah umur, KAMMI harus lebih matang. Baik dalam pengelolaan kadernya maupun ketika mengambil keputusan politik etis-strategisnya. Jangan sampai KAMMI terjebak dalam euphoria politik praktis yang seringkali menjerembabkan diri dalam jurang pragmatisme.

Sumber:
IJTIHAD Membangun Basis Gerakan_Amin Sudarsono [Ketua Departemen Kastrat PP-KAMMI]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: