IDEOLOGI BESAR DUNIA

Berikut beberapa ideologi besar dunia menurut Deden Faturrohman (2002):

 

adam smith (salah satu tokoh Liberalisme)

adam smith (salah satu tokoh Liberalisme)

  1. Liberalisme. Mempunyai ciri-ciri:
    1. Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik.
    2. Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara, kebebasan beragama, dan kebebasan pers.
    3. Pemeritah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Keputusan yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat mandiri dalam mengambil keputusan.
    4. Kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk. Oleh karena itu, pemerintah dijalankan sedemikian rupa sehingga penyelewengan dapat dicegah.
    5. Suatu masyarakat dikatakan bahagia, jika individunya bahagia. Paha mini dianut oleh Inggris dan koloninya termasuk Amerika.

    Robert Peel tokoh konservativ

    Robert Peel tokoh konservativ

  2. Konservatisme. Ditandai dengan gejala-gejala:
    1. Masyarakat yang terbaik adalah masyarakat yang tertata. Masyarakat harus memiliki struktur (tata) yang stabil sehingga setiap orang mengetahui bagaimana cara dia berinteraksi dengan orang lain.
    2. Untuk menciptakan masyarakat yang stabil, perlu dibentuk pemerintahan yang memiliki kekuasaan yang mengikat tapi bertanggung jawab. Paham ini memandang pengaturan yang tepat atas pemerintahan akan menjamin perlakuan yang sama terhadap setiap orang.
    3. Paham ini menekankan tanggung jawab pada pihak penguasa terhadap masyarakat untuk membantu pihak yang lemah.

    karl marx (Tokoh Sosialisme & Komunisme)

  3. Sosialisme dan Komunisme. Sosialisme merupakan reaksi terhadap revolusi industri dan aksesnya. Awal sosialisme yang muncul pada bagian pertama abad ke Sembilan belas dikenal sebagai sosialisme utopia. Sosialisme ini lebih didasari pada pandangan kemanusiaan (humanitarian) dan meyakini kesempurnaan watak manusia. Penganut paham ini berharap dapat menciptakan masyarakat sosialis dengan penuh argumentasi dan kejelasan, bukan dengan cara revolusi dan kekerasan sebagaimana komunisme. Perbedaan utama dua ideologi tersebut terletak pada sarana yang digunakan untuk mengubah kapitalisme menjadi sosialisme. Paham sosialis lebih luwes dalam berjuang dan pemberdayaan buruh secara bertahap dan bersedia berperan serta dalam pemerintahan yang belum sepenuhnya sosialis. Sedangkan komunisme menekankan cara revolusi dan pemerintahan mesti dalam bentuk diktator proletariat walau dalam masa transisi.

    Hitler (Tokoh Fasisme)

  4. Fasisme. Ideologi ini merupakan tipe nasionalisme yang romantis dengan segala kemegahan upacara dan simbol-simbol yang mendukungnya untuk mencapai kebesaran negara. Hal itu, akan dapat dicapai apabila terdapat seorang pemimpin yang kharismatis sebagai simbol kebesaran negara yang di dukung oleh massa rakyat. Dukungan massa yang fanatik ini berkat indoktrinasi, slogan-slogan dan simbol yang ditanamkan sang pemimpin besar dan aparatnya. Fasisme pernah diterapkan di Jerman (Hitler), Jepang (Kaisar), Italia (Mussolini) dan spanyol. Dewasa ini, pemikiran fasisme cenderung muncul sebagai kekuatan reaksioner (right wing) di negara maju, seperti Skin Head dan Kluk Klan di Amerika Serikat yang berusaha mempertahankan supremasi kulit putih.

Sumber:

IJTIHAD Membangun Basis Gerakan_Amin Sudarsono [Ketua Departemen Kastrat PP-KAMMI]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: